Dipantaskan Allah
Ada ketidaktenangan dalam batinku atas hidup yang sedang aku jalani, bukan tidak bersyukur dan mengumpat atas nama ketidakadilan, Aku belum seutuhnya menjadi Aku. 31 tahun Allah mengamanahkan kehidupan ini padaku, banyak kelalaian yang aku lakukan. Banyak orang bilang (wajar namanya juga manusia). Tapi tidak buatku. Itu hanya pembenaran. Aku tidak butuhkan itu. Aku tak ingin sok suci, selalu berharap yang terbaik tanpa mengusahakan yang terbaik. (Lagi-lagi, wajar namanya manusia, hanya ingin yang bagus-bagusnya saja). Hari demi hari segala yang kulakukan tak pernah klimaks sampai pada titik puncak kecukupan batin, ada saja rasanya yang kurang dalam hidup ini, padahal Allah berikanku sehat, padahal Allah selalu menjagaku. Dalam kepala selalu berkecamuk, sejauh mana Allah mengizinkanku menjaga keluarga dan anak-anakku? Akankah berumur panjang, dilimpahkan rezeki dari segala arah dan dinaungi kesehatan paripurna? Allah menyayangiku, separuh tuntutan hidup di masy...









